kemarin… hari ini… pagi ini…
aku punya teman baru
namanya ketidakacuhan
dia mempunyai teman
namanya kewajaran
yang menjadi temanku pula
kami berkenalan sejak beberapa tahun yang lalu
dalam suatu kejadian yang tiba-tiba
aku , waktu itu, menganggapnya sebagai suatu yang heroik
dan aku tidak begitu memperhatikan
ketidakacuhan dan temannya
kewajaran
namun lambat laun
kedua teman-berteman itu
semakin akrab denganku
bukan..bukan mereka yang intens mendekatiku
karena ternyata
akulah yang merasa nyaman bila
dekat dengan mereka
merasa terlindungi
aman
dan merasa hidup lebih lurus, khusyu’
wahai temanku
ketidakacuhan dan
kewajaran
ijinkanlah pagi ini
aku menaruhmu ke dalam dompet
akan aku perkenalankan kamu
pada setiap teman
dan orang yang akan kutemui
layaknya kartu nama
yang berwarna warni…
- senin, tengah desember 2004-