Kamis, Desember 27th, 2007


Emergency kit atau alat-alat bantuan dalam keadaan darurat, dalam kehidupan sehari-hari banyak dilupakan. Ini karena barangnya terlihat sepele dan banyak digunakan sehari-hari. Dan bagi masyarakat yang lingkungannya jarang terkena bencana, menganggap mubazir untuk sekedar menyediakan barang-barang ini yang tidak tiap tahun digunakan.

Secara umum, barang-barang tersebut harus mempunyai beberapa fungsi. Yaitu fungsi kebugaran dan kesehatan tubuh, pencarian pertolongan dan informasi serta keamanan. Dan barang-barang tersebut harus ditempatkan di suatu tempat yang aman dan mudah terjangkau serta diketahui oleh seluruh penghuni rumah.

Setiap anggota keluarga sebaiknya diajarkan cara menggunakan barang-barang tersebut. Beberapa barang mempunyai masa kadaluwarsa hingga perlu diawasi dan diganti setiap habis masa berlakunya. Jumlah barang sebaiknya disesuaikan dengan jumlah orang yang menggunakan dan dipersiapkan untuk jangka waktu tertentu.

Beberapa barang tersebut adalah:

1. Makanan kaleng/ suplemen dan air kemasan.
Makanan dan minuman ini sebaiknya yang siap santap dan gampang dicerna oleh tubuh. Selain mengandung karbohidrat, sebaiknya juga mengandung vitamin dan mineral. Karena mempunyai masa kadaluwarsa, harus selalu dicek keamanannya.

2. Perangkat Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Kotak P3K banyak dijual di toko-toko obat. Fungsinya adalah memberi pertolongan pertama jika terjadi rasa sakit pada tubuh. Isi kotak P3K standarnya adalah obat gosok, obat merah, kassa (steril dan biasa), perban dan plester. Juga kapas dan gunting. Obat-obatan ini ada masa kadaluwarsanya walaupun lama, harus selalu dicek keamanannya.

3. Pembuka tutup kaleng.
Benda ini digunakan untuk mempermudah membuka kaleng, terutama kaleng makanan. Kaleng adalah benda pelindung yang baik bagi berbagai barang yang lunak dan tidak boleh terkontaminasi udara luar.

4. Radio komunikasi.
Fungsinya terutama untuk mengetahui pemberitaan seputar bencana. Bila daerah bencana tidak bisa dijangkau dari luar daerah dan sarana telekomunikasi telepon terputus, maka radio komunikasi adalah sarana terbaik untuk mendengar dan menyampaikan informasi.

5. Telepon genggam.
Fungsinya hampir sama dengan radio komunikasi. Namun jangkauannya lebih terbatas hanya untuk daerah-daerah yang ada stasiun penghantar gelombang teleponnya. Jika stasiun penghantar gelombangnya rusak, maka telepon genggam juga tidak akan berfungsi.

6. Lampu senter.
Senter mempunyai beberapa fungsi. Selain untuk menerangi daerah yang gelap, ia juga bisa sebagai tanda minta pertolongan. Sinar lampu senter yang kuat mampu menembus hingga jarak puluhan meter. Dan jika malam hari, sinar senter sangat mudah diketahui.

7. Baterei + lampu cadangan (termasuk baterei telepon genggam).
Baterei cadangan ini berfungsi untuk memperpanjang usia radio komunikasi, telepon genggam dan senter sehingga bisa digunakan lebih lama. Sebaiknya baterei cadangan yang bagus dan tahan lama.

Lampu cadangan digunakan untuk mengganti lampu senter. Sebaiknya yang kuat namun tidak boros energi.

8. Sarung tangan.
Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan jika terpaksa digunakan untuk mengangkat benda berat, runcing atau berbahaya. Dengan sarung tangan, kekuatan tangan akan lebih bertambah. Sebaiknya sarung tangan berbahan kuat dan tahan sobek. Kulit atau plastik yang tebal sangat dianjurkan.

9. Sepatu (dianjurkan jenis boot).
Sepatu untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam dan berbahaya. Terutama pecahan kaca, paku atau benda tajam kecil lain yang berserakan di lantai. Sebaiknya sepatu ini berbahan kuat serta melindungi minimal sampai batas mata kaki. Sepatu boot sangat dianjurkan.

10. Masker debu.
Hampir semua keadaan bahaya pasti akan menimbulkan debu. Terkadang debu yang ditimbulkan sangat tebal hingga mengganggu bahkan merusak sistem pernapasan. Masker sangat berguna menyaring udara dan melindungi sistem pernafasan. Sebaiknya masker berbahan kuat namun nyaman, lentur dan bahannya tidak berbahaya bagi mulut dan hidung.

11. Pemadam api.
Alat pemadam api sangat berguna bila menghadapi bencana kebakaran. Sebaiknya disediakan dua jenis yaitu jenis cair untuk api yang tidak disebabkan listrik dan non cair untuk memadamkan api akibat korsleting listrik. Semua anggota keluarga dianjurkan harus bisa menggunakan alat ini.

Alat ini ada masa kadaluwarsa untuk isinya. Harus selalu diperiksa dan diganti agar bisa digunakan dengan baik. Karena bentuknya tabung yang mudah meledak, sebaiknya penyimpanannya harus hati-hati dan dijauhkan dari sumber panas.

gunung-merapi1

Indonesia merupakan negara dengan ratusan gunung api aktif. Tak heran kalau hampir tahun ada berita tentang aktifitas gunung. Mulai dari gempa vulkanik, keluarnya asap dari kawah atau bahkan gunung meletus. Maka bencana alam gunung meletus memang akrab dengan masyarakat Indonesia.

Namun demikian, tidak banyak anggota masyarakat yang tahu tentang bagaimana menghadapi bencana alam ini. Padahal inilah bencana alam yang cakupan wilayahnya sangat luas. Lontaran material panas dan lelehan lahar bisa sampai berkilometer dari pusat letusan. Maka sangat bijaksana apabila kita mempelajari tentang bagaimana menghadapi bencana alam ini.

Apa yang harus dilakukan sebelum terjadi gunung meletus?

1. Cari tahu tentang system pengamanan di komunitas daerah masing- masing serta bagan alur keadaan darurat.

2. Waspadai bahaya yang menyertai letusan gunung api yaitu :
· Lahar dan banjir bandang
· Longsor dan hujan batu (material gunung api)
· Gempa bumi
· Hujan abu and hujan asam
· Tsunami

3. Buat jalur dan rencana evakuasi yang aman dari serangkaian bencana dan bahaya ikutannya.

4. Usahakan untuk sesering mungkin berkumpul dengan anggota keluarga, terutama anak-anak, orang tua dan penyandang cacat demi memudahkan evakuasi.

5. Bentuk komunitas bersama masyarakat sekitar untuk menanggulangi bahaya bencana gunung api.

6. Simpan dan ingat baik-baik nomor-nomor telepon penting, terutama dengan pihak yang dianggap bisa menolong dalam bencana ini.

7. Buatlah persediaan perlengkapan darurat seperti :
· Senter dan batu batere ekstra.
· P3K
· Makanan kaleng dan air minum kemasan.
· Pembuka kaleng
· Masker debu
· Sepatu (kalau bisa sepatu boot)

Apa yang harus dilakukan saat terjadi gunung meletus?

1. Jangan panik karena akan memperburuk keadaan.

2. Ikuti perintah pengungsian yang diperintahkan pihak yang berwenang dengan segera. Hindari daerah bahaya yang telah ditetapkan mereka.

3. Sebisa mungkin segera keluar rumah dan cari perlindungan di daerah evakuasi yang sudah ditetapkan. Terutama carilah daerah yang tinggi jika mendengar ada aliran lahar.

4. Selamatkan anak-anak, orang tua dan yang mempunyai keterbatasan fisik terlebih dahulu.

5. Hindari berjalan searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung yang sedang meletus.

6. Apabila anda melihat permukaan aliran air sungai naik, cepatlah cari daerah yang lebih tinggi. Jauhi jembatan bila aliran lahar lewat dibawahnya.

7. Apabila terjebak di dalam ruangan/ rumah:
· Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk dan lubang angin dan keran air.
· Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup.
· Bawa binatang atau hewan peliharaan lainnya ke dalam ruang yang terlindung.

8. Apabila berada di ruang terbuka:
· Cari ruang perlindungan.
· Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seperti bola.
· Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran lahar.

9. Lindungi diri anda dari hujan air atau debu dengan menggunakan:
· Pakaian kemeja lengan panjang dan celana
· Kacamata untuk melindungi mata anda
· Masker debu atau kain/ sapu tangan untuk melindungi pernapasan anda

10. Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya. Debu dapat tersedot oleh mesin yang menyebabkan mobil mogok.

11. Hubungi pihak-pihak yang berwenang mengenai penanggulangan bencana.

12. Dengarkan berita dari radio atau televisi mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung api.

Apa yang harus dilakukan setelah terjadi gunung meletus?

1. Cek kesehatan anda dan keluarga. Jika ada tanda-tanda sakit segera hubungi posko kesehatan setempat.

2. Hindari daerah-daerah yang terkena letusan, aliran lahar atau zona hujan abu.

3. Jangan coba dekati gunung api yang baru meletus, karena dikhawatirkan ada letusan berikutnya.

4. Jangan cepat masuk ke dalam rumah yang atapnya penuh debu karena dikhawatirkan akan roboh.

5. Bersihkan atap dari hujan debu gunung api dengan hati-hati. Usahakan jangan berada di atas atau bawah atap. Hujan debu yang menutupi atap sangat berat dan dapat mengakibatkan runtuhnya atap bangunan.

6. Jika anda mempunyai penyakit pernapasan, sebaiknya cepat cari tempat berlindung yang aman dan hindari kontak langsung dengan debu akibat letusan.

7. Apabila berada di luar ruangan:
· Gunakan masker atau penutup mulut dan hidung anda. Debu gunung api dapat mengiritasi system pernapasan.
· Gunakan kacamata untuk melindungi mata.
· Gunakan pakaian lengan panjang atau celana panjang untuk melindungi kulit dari iritasi akibat debu gunung api.

8. Hindari mengendarai kendaraan di zona hujan abu lebat. Mengendarai kendaraan mengakibatkan debu tersedot dan dapat merusak mesin kendaraan tersebut.

9. Sedapat mungkin bantulah orang tua, orang yang cacat fisik, anak -anak dan mereka yang butuh pertolongan.

Sumber: Bakortanas, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan artikel di beberapa surat khabar.

Halaman Berikutnya »