Tanah longsor adalah terjadinya pergerakan tanah dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi. Umumnya terjadi pada musim penghujan dan bergerak dari daerah tinggi ke daerah rendah seperti bukit yang curam dan gundul. Daerah-daerah yang pernah mengalami tanah longsor juga berpotensi mengalami lagi, apalagi yang dibiarkan gundul. Selain itu, daerah yang merupakan aliran air hujan juga sangat rentan longsor.
Ironisnya, bencana ini kemudian biasanya disusul dengan banjir bandang seperti yang terjadi di Sungai Bahorok.
Pencegahan Terjadinya Bencana Tanah Longsor:
1. Tidak menebang atau merusak hutan. Akar-akar pohon di hutan mampu menangkap aliran air dengan baik sehingga tidak meluncur dengan deras di permukaan.
2. Tidak membuka sawah di lahan yang miring terjal.
3. Tidak memotong lereng terjal di bagian bawah.
4. Tidak membuat kolam air di lereng bagian atas, terutama kolam yang dasarnya tidak kedap air.
5. Tidak melakukan tindakan yang menimbulkan getaran suara tinggi di lereng terjal.
6. Melakukan penanaman pohon terutama yang berakar kuat pada daerah-daerah yang gundul. Bagian lereng atas sebaiknya ditanam pohon tanaman keras, di tengah lereng ditanam tanaman perkebunan dan di bawah lereng untuk persawahan.
7. Membuat saluran air hujan terutama pada daerah yang berbukit-bukit. Dengan saluran air, maka gerak air akan terkonsentrasi di satu jalur hingga bisa diprediksi bila terjadi sesuatu.
8. Membangun tanggul atau dinding penahan air atau longsoran tanah.
Apa yang harus dilakukan sebelum terjadi tanah longsor?
1. Melakukan deteksi dini terhadap kondisi dan kontur tanah di lingkungan sekitar.
2. Pantau kemungkinan rekahan pada tebing, lereng bukit atau tepi sungai dekat pemukiman. Jika menemukan, segera tutup dengan lempung atau semen.
3. Jika rekahan makin melebar, sebaiknya warga sekitar segera mengungsi.
4. Membangun pemukiman jauh dari daerah yang rawan longsor. Hindari membangun rumah di bawah tebing atau di tepi aliran sungai.
5. Bertanya pada pihak yang mengerti kontur dan kondisi tanah setempat sebelum membangun rumah.
6. Jika terpaksa membangun rumah di lahan yang miring, sebaiknya buat 2 tingkat. Yang bawah untuh gudang, garasi dan semacamnya, yang atas buat tempat tinggal.
7. Tanam pohon-pohon berakar kuat di sekitar rumah untuk melindungi rumah jika tiba-tiba ada longsoran tanah.
8. Membuat jalur evakuasi ke daerah yang aman.
9. Catat nomor-nomor telepon penting yang bisa dihubungi jika terjadi tanah longsor.
Apa yang harus dilakukan saat terjadi tanah longsor?
1. Selalu waspada karena kebanyakan longsor terjadi pada malam hari.
2. Segera lari ke luar rumah dan cari daerah yang lapang.
3. Selamatkan anak-anak, orang tua dan yang mempunyai keterbatasan fisik terlebih dahulu.
4. Hindari berjalan/ berlari sejajar dengan sumber suara longsoran.
5. Hindari bangunan tinggi, dinding karena dikhawatirkan akan roboh diterjang longsoran.
6. Hubungi nomor-nomor telepon pihak berwenang dan yang dianggap bisa memberi bantuan.
Apa yang harus dilakukan setelah terjadi tanah longsor?
1. Periksa kesehatan anda beserta keluarga dan orang-orang terdekat anda. Jika ada tanda-tanda sakit, segera hubungi Posko Kesehatan terdekat.
2. Jangan cepat-cepat masuk ke dalam rumah/ bangunan atau daerah longsor karena dikawatirkan akan ada longsoran susulan.
3. Bila evakuasi korban, hati-hati dengan longsor susulan. Lakukan jika longsor susulan sudah diprediksi tidak ada.
4. Perbaiki sistem drainase, tanam tanaman yang akarnya kuat dan membuat tanggul untuk menahan laju air atau longsoran