Tekat Mandala Airlines untuk menggunakan satu jenis pesawat (one single aircraft) dengan pesawat berusia muda dalam armadanya akhirnya kesampaian juga. Pada tanggal 16 Januari lalu, maskapai yang sudah berusia empat puluh tahun itu secara resmi memensiunkan pesawat dari pabrikan Boeing dari jajaran armadanya. Secara simbolis, dilakukan penerbangan terakhir sebuah Boeing B737-400 miliknya dari Jakarta menuju Surabaya.
Hingga saat-saat terakhir itu, Mandala masih mempunyai dua pesawat Boeing B737-400. Pesawat Boeing jenis lain, B737-200 miliknya, telah dipensiunkan sejak bulan Januari 2008 lalu. Dan untuk menggantikan armada Boeingnya, saat ini Mandala sudah menggunakan 12 unit pesawat kelas menengah Airbus dari seri A-320, yaitu A-320 dan A-319. Dalam tahun 2009 ini diharapkan akan datang kembali 6-8 pesawat dari dua jenis tersebut yang didapat dari penyewaan.
Pada tahun 2007, Mandala juga telah melakukan penandatanganan kontrak pembelian 30 pesawat seri A-320 dengan pihak EADS, produsen pesawat Airbus . Total investasi yang digelontorkan senilai 1,8 miliar dolar AS. Pesawat-pesawat milik sendiri tersebut akan mulai datang pada tahun 2010 hingga 2014.
Jika menilik sejarahnya, Mandala sudah beberapa kali berganti armada. Pada awal-awal berdiri pada tahun 1969, Mandala menggunakan pesawat Electra dan Vickers Viscount. Pada tahun 1992, mereka memodernisasi armada dengan Boeing B737-200. Sembilan tahun kemudian, mereka menambahnya dengan pesawat Boeing B737-400. Dan sekarang, mereka menyatakan mantap menggunakan pesawat dari pabrik Airbus.
Kebijakan menggunakan satu jenis pesawat dalam sebuah maskapai penerbangan diyakini merupakan langkah bijak untuk efisiensi biaya. Beberapa pos pengeluaran bisa dihemat. Di antaranya biaya pengadaan pilot, perawatan pesawat dan pengadaan suku cadang. Jika pesawat-pesawat yang dipakai dari jenis terbaru, penghematan juga bisa dilakukan dari sisi pemakaian bahan bakar. Karena beberapa jenis pesawat terbaru sudah mulai menggunakan sistim ramah lingkungan yang di antaranya adalah dengan penggunaan bahan bakar seminin mungkin.
Menurut Chief Executive Officer Mandala, Warwick Brady, reduksi biaya yang signifikan adalah bekal utama untuk dapat bersaing di bisnis penerbangan nasional. “Dengan biaya yang efisien, memungkinkan harga tiket Mandala tetap terjangkau pelanggan. Dan kami juga tetap bisa memberikan pelayanan terbaik yang andal, aman dan ramah,” ujarnya. Pesawat dari kelas A-320 memang dikenal sangat memanjakan penumpang. Di antaranya mempunyai kabin, tempat penyimpanan bagasi dan lorong yang lebih lebar.
Dari sisi operasional, menurut Kepala Komunikasi Perusahaan Mandala, Trisia Megawati, juga akan ada penambahan. Jika dibandingkan, pesawat A-320 mereka memiliki 180 kursi dan A-319 mempunyai 144 kursi. Sedangkan pesawat B737-400 memiliki 170 kursi.
Dengan armada yang baru ini, Mandala bersiap dengan beberapa program baru. Di antaranya akan membuka rute-rute lama yang saat ini ditutup. Terutama di kota-kota kawasan timur Indonesia seperti Makasar dan Ambon. Mereka juga bertekat akan membuka kembali rute regional. Sepanjang rute tersebut tidak membutuhkan lebih dari 5 jam waktu penerbangan.
Menurut Trisia, armada yang baru bisa melakukan penerbangan 8-10 sektor tiap hari. Jumlah tempat duduk yang bisa disediakan mencapai 600 ribu per bulan. Dengan semua itu, Mandala menargetkan dapat mengangkut 6-7 juta penumpang pada tahun 2009 ini. ***
| A-320 AIRCRAFT DIMENSIONS | ||||||
|
metric |
imperial |
|||||
| Overall length |
37.57 m. |
123 ft. 3 in. |
||||
| Height |
11.76 m. |
38 ft. 7 in. |
||||
| Fuselage diameter |
3.95 m. |
13 ft. |
||||
| Maximum cabin width |
3.70 m. |
12 ft. 1 in. |
||||
| Cabin length |
27.51 m. |
90 ft. 3 in. |
||||
| Wingspan (geometric) |
34.10 m. |
111 ft. 10 in. |
||||
| Wing area (reference) |
122.6 m2 |
1,320 ft2 |
||||
| Wing sweep (25% chord) |
25 degrees |
25 degrees |
||||
| Wheelbase |
12.64 m. |
41 ft. 5 in. |
||||
| Wheel track |
7.59 m. |
24 ft. 11 in. |
||||
![]()
| BASIC OPERATING DATA | ||||||
|
metric |
imperial |
|||||
| Engines |
two CFM56-5 or IAE V2500 |
two CFM56-5 or IAE V2500 |
||||
| Engine thrust range |
111-120 kN |
22,000-27,000 lb. slst |
||||
| Typical passenger seating |
150 |
150 |
||||
| Range (w/max. passengers) |
4,800 (5,700) km. |
2,600 (3,000) nm. |
||||
| Max. operating Mach number (Mmo) |
0.82 Mo. |
0.82 Mo. |
||||
| Bulk hold volume – Standard/option |
37.41 m3 |
1,322 ft3 |
||||
![]()
| DESIGN WEIGHTS | ||||||
|
metric |
imperial |
|||||
| Maximum ramp weight |
73.9 (77.4) tonnes |
162.9 (170.6) lbs. x 1000 |
||||
| Maximum takeoff weight |
73.5 (77) tonnes |
162 (169.8) lbs. x 1000 |
||||
| Maximum landing weight |
64.5 (66) tonnes |
142.2 (145.5) lbs. x 1000 |
||||
| Maximum zero fuel weight |
61 (62.5) tonnes |
134.5 (137.8) lbs. x 1000 |
||||
| Maximum fuel capacity |
23,860 (29,840) Litres |
6,300 (7,885) US gal. |
||||
| Typical operating weight empty |
42.4 tonnes |
93.5 lbs. x 1000 |
||||
| Typical volumetric payload |
16.6 tonnes |
36.59 lbs. x 1000 |
||||
Sumber: Airbus
